Kilasan Solusi-solusi Imagine Cup
2008-2010
Thread berikut
ini akan membahas tentang beberapa
solusi/ ide imagine cup tahun-tahun sebelumnya.
Thread ini berguna banget buat kamu yang lagi bingung buat cari ide di Imagine
cup. Kamu bisa jadikan mereka inspirasi atau mungkin kamu bisa coba analisis
kelemahan mereka dan kembangkan supaya jadi versi yang lebih baik. Siap? Here we
go !
Imagine Cup 2008
Team
:
Antarmuka (ITB)
Solusi
:
Butterfly Project ( imagine cup 2008 )
Terinspirasi dari kenyataan yang terjadi di Kalimantan, dimana jika anda melihat
kea rah hutan dari jalan raya maka akan nampak hamparan hutan menghijau namun
tahukah anda bahwa sebenarnya , jauh di tengah hutan sana sudah tidak ada lagi
pohon karena pembalakan liar ? dan tahukan anda kalau tidak ada mekanisme
pelaporan kasus embalakan hutan yang cepat dan bisa dilacak siapaopun ? Tim ITB
melakukannya.
Skenarionya simple,
Menurut pimpinan Tim Antarmuka
Arief, Butterfly adalah sistem terintegrasi yang berfungsi menerima,
mendokumentasikan, dan menampilkan laporan mengenai masalah lingkungan.
Butterfly dapat menerima laporan dari masyarakat melalui sms, telepon, website,
maupun aplikasi mobile yang diinstal di PDA.
"Setelah laporan diterima, Butterfly akan
menentukan kategori dan prioritas masalah melalui analisis kata kunci yang
terdapat pada laporan. Dengan demikian, sebuah laporan akan memiliki nilai
prioritas dan kategori jenis laporan, yang menentukan ke mana laporan tersebut
akan sampaikan," ujarnya.
Setelah laporan diterima, laporan akan
disampaikan kepada pihak yang berwenang untuk menangani masalah yang dilaporkan.
Pihak penerima laporan harus memutuskan penanganan terhadap laporan tersebut,
apakah segera diproses, ditunda, atau diabaikan. Apa pun penanganan yang
dilakukan, pihak penerima harus memberikan alasan pilihannya. Laporan yang telah
diproses akan ditampilkan di internet sehingga masyarakat dapat mengetahui
masalah lingkungan yang terjadi beserta penanganan yang telah dilakukan oleh
pihak yang bertanggung jawab.
Imagine Cup 2009
Team
:
Pedjoeang (UI)
Solusi
:
Latansa
Pedjoeang merupakan salah satu finalist kategori Design
for Development Award dari world’s premier student technology
competition, Pedjoeang menyimpulkan bahwa masalah kesehatan adalah
masalah yang cukup dominan. Salah satu masalah di bidang kesehatan tersebut
adalah penyakit TBC.
LaTansa adalah sebuah sistem pengingat berbasis SMS yang bertujuan untuk
membantu pasien TBC dalam masa pengobatannya. LaTansa dilengkapi dengan 4 jenis
fitur yaitu LaTansa SMS Reminder, LaTansa
SMS Center dan LaTansa SMS
Info. Ketiga fitur ini berperan saling melengkapi dalam membantu
pengobatan pasien TBC. LaTansa SMS Reminder berfungsi mengingatkan penderita TBC
untuk meminum obat tepat pada waktunya, LaTansa SMS Center membantu
menghubungkan petugas kesehatan langsung dengan penderita TBC. Jika ada hal-hal
yang ingin ditanyakan oleh penderita TBC, maka penderita dapat langsung
mengirimkan SMS kepada petugas kesehatan melalui LaTansa SMS Center. Selanjutnya
fitur LaTansa SMS Info, bermanfaat untuk memberikan informasi seputar penyakit
TBC untuk menambah pengetahuan penderita. Selain itu, LaTansa juga dilengkapi
dengan LaTansa Websiteguna
menyediakan informasi dan memberikan pengetahuan tentang TBC bagi pasien dan
masyarakat umum.
Team
:
Gadjah Mada (UGM)
Solusi
:
Traffstopper
Permasalahan yang coba dipecahkan oleh tim dari UGM ini
tidak main-main, yaitu Perdagangan Manusia.
Perdagangan manusia adalah
kejahatan terbesar kedua di dunia, setelah perdagangan obat-obatan terlarang dan
juga industri kriminal dengan pertumbuhan tercepat di planet ini. Selama ini ,
antara keluarga korban , LSM , polisi dan korban terdapat gap yang bernama
ketidaktahuan. Mereka tidak saling terhubung sehingga menyulitkan proses victim
reintegration.
Solusi yang ditawarkan tim UGM menawarkan cara yang
lebih baik untuk saling berbagi informasi antar pihak yang terkait dalam
permasalahan human
trafficking ini. Dengan solusi ini , seorang korban trafficking
dapat memohon pertolongan dengan bantuan pesan singkat yang mana pesan singkat
yang akan mendeteksi lokasi keberadaanya , pesan singkat tersebut akan dirouting
ke pihak berwajib yang posisinya paling dekat dengan si korban agar korban dapat
segera diselamatkan , pihak berwajib juga akan dibekali dengan sebuah aplikasi
yang akan menampilkan posisi korban alam peta. semua pesan singkat yang masuk
akan diverifikasi kecocokannya dengan laporan keluarga korban. Dan semua itu
dilakukan secara otomatis.
Team
:
BIG BANG (ITB)
Solusi
:
MOSES (Imagine Cup 2009 )
secara
umum MOSES, adalah sebuah sistem digital untuk mendeteksi gejala Malaria dengan
memanfaatkan akses informasi nirkabel. Seperti sistem lain, MOSES terdiri dari
perangkat keras dan perangkat lunak.
Secara
gampang, perangkat keras terdiri dari dua bagian. Pertama, telepon seluler yang
dilengkapi kamera dan mikroskop hasil modifikasi untuk kebutuhan di lapangan
(mengambil dan memeriksa sampel darah). Sementara, sebuah server diletakkan di
pos kesehatan terdekat sebagai penampung dan pemroses informasi.
Perangkat lunak yang berupa sebuah program khusus diinstal untuk menghubungkan
kinerja kedua perangkat keras. Program di telepon genggang berguna untuk merekam
data berupa sampel darah, suhu pasien, dan anamnesa, lalu mengirimkannya ke
server. Dokter selanjutnya menganalisis data, menentukan langkah perawatan dan
resep, dan mengirimkannya kembali ke lapangan dengan alat yang sama.
Dengan
penemuan ini, dan tentu didukung dengan jaringan telekomunikasi yang memadai,
penderita Malaria di Indonesia memperoleh harapan besar akan penanganan yang
lebih cepat, sehingga harapan sembuh pun meningkat. Seperti kita ketahui
bersama, saat ini penyakit malaria di Indonesia identik dengan kawasan-kawasan
terpencil yang jauh dari pelayanan medis.
Imagine Cup 2010
Team
:
Tselina
Solusi
:
Aaron (Imagine Cup 2010 )
Aaron
adalah aplikasi untuk pendidikan yang mengenalkan konsep smart whiteboard .
idenya adalah guru di sekolah akan mengajar dengan smart whiteboard tersebut
ketimbang menggunakan papan tulis dan kapur. Kemudian semua konten pendidikan
aka tersaji disana. Tidak hanya konten pendidikan seperti Ensiklopedia, Video
dan lainnya, namun juga aplikasi yang dikembangkan developer pihak ketiga. Untuk
keperluan itu, Tselina juga mengembangkan Aaron API.