Ruang Chupa @ ISP

A blog from M Yusuf (AKA Chupa), a Microsoft Student Partners of UPI.
Membuat Bootable Installer Windows 7 dari ISO
Jika kita mengunduh installer Windows 7 dari online storenya Microsoft atau dari MSDN pasti hasil downloadnya adalah sebuah berkas ISO. Nah sekarang bagaimana jika kita ingin menyimpan berkas ISO ini ke sebuah DVD atau sebuah perangkat USB dan dibuat bootable? Berikut cara mudahnya:
  1. Unduh aplikasi Windows 7 USB/DVD Download Tool dari Microsoft Store atau klik di sini.
  2. Lalu buka berkas hasil unduhan tersebut dan jalankan instalasinya.
  3. Setelah instalasi selesai, buka aplikasi ini dengan mencarinya di start menu di senarai All Programs kita.
  4. Maka terbukalah aplikasinya seperti berikut, pilih source berupa ISO yang akan kita buat bootable DVD atau USB disknya.
  5. Lalu klik Next, lalu pilih apakah kita akan membuat sebuah bootable USB device atau sebuah bootable DVD. Pada contoh kasus kali ini kita contohkan kita akan membuat bootable DVD, untuk kasus membuat bootable USB device kurang lebih kiranya akan sama. J (Sebenernya males ngetik aja nih yang punya blognya hehe)
  6. Maka kita klik DVD, lalu kita akan diminta untuk memastikan bahwa pada drive DVD Writer kita sudah terisi sebuah DVD kosong yang siap diisi. (Oh ya, memiliki sebuah perangkat DVD Writer adalah sebuah keharusan untuk dapat membuat sebuah bootable DVD J)
  7. Nah kalau sudah siap semuanya, klik Begin burning dan aplikasi ini akan langsung mulai membakar sebuah bootable DVD untuk kita. Kalau mau mengulangi lagi tahapan-tahapannya boleh deh mengklik Start over, tapi jangan keseringan. :P
  8. Sambil menunggu bisa mengisi waktu luang dengan apa pun. Sekitar 10 menit laah paling lama..
  9. Nah, setelah selesai (dengan asumsi ga kepencet tombol Cancel) maka tray DVD Writer kita akan terbuka secara otomatis tanda bootable DVD kita telah selesai dibuat dan kita bisa keluar dari aplikasi ini.

Setelah ini, kita dapat menggunakan bootable DVD ini untuk menginstall Windows bahkan tanpa perlu masuk OS terlebih dahulu, langsung dari saat booting masih dalam tahapan BIOS. J
Info lebih lanjut: http://www.microsoftstore.com/store/msstore/html/pbPage.Help_Win7_usbdvd_dwnTool
Seminar Nasional Network Security Unived Bengkulu

Tanggal 2 Maret 2011 kemarin, saya diundang untuk membawakan materi tentang Network Security using Microsoft Forefront di Universitas Dehasen (Unived) Bengkulu. Saya berangkat sehari sebelum acara, yaitu tanggal 1 Maret dan saya mengambil pesawat yang sore sehingga sampai Bengkulu malam hari. Sampai Bengkulu saya dijemput untuk cek in dulu di hotel Grage Horizon Bengkulu menyimpan barang-barang dan pergi kembali untuk makan.

Besoknya pukul 8 saya bersama pemateri satu lagi (Pak Onno W. Purbo) dijemput ke Unived, di dalam mobil kami berbincang-bincang tentang pengalaman di hotel semalam dan materi yang akan disampaikan. Sesampainya di Unived, kami menunggu di satu ruangan sejenak dan langsung ke aula di Lt. 4 untuk mengikuti acaranya.

Sesi pertama disampaikan oleh saya, tentang Network Security using Microsoft Forefront. Lumayan seru dan aktif peserta di sini, banyak yang bertanya sehingga banyak yang mendapatkan goodies dari saya. Lalu sesi berikutnya sekaligus sesi yang terakhir dibawakan oleh Pak Onno W. Purbo, tentang network security bagian hacking dan hal-hal berbau seperti itu. :P

Selesai acara, saya dibawa sejenak menunggu di ruang rektor Unived, lalu setelah mobil siap saya dan Pak Onno dibawa berkeliling Bengkulu sekaligus makan-makan. J

Pukul setengah enam saya dan Pak Onno diantarkan ke bandara, lalu dibantu cek in, boarding pass dan kami dipersilahkan menunggu di ruang VIP bandara dan sekaligus berpamitan dengan panitia dari Unived. Setelah berpamitan kami ditinggal bertiga (saya, pak Onno, dan istri pak Onno) menunggu pesawat yang dijadwalkan take off pukul 18.45. Tapi ternyata ada keterlambatan sehingga pesawat baru bisa boarding sekitar pukul 19.30.

Lalu pesawat sampai bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 20.30 dan kami berpisah karena saya melanjutkan dengan travel ke Bandung. Pukul 1.30 saya sudah sampai lagi di Bandung dengan selamat dan pengalaman yang sangat berharga. Terimakasih Unived! J

Untuk mengunduh materi yang saya bawakan terdapat pada tautan berikut: http://cid-9080b5a9b9525683.office.live.com/self.aspx/.Public/Keamanan%20Jaringan%20Microsoft%20Forefront%20-%20Muhammad%20Yusuf.pdf

Berikut foto-fotonya, sementara masih terbatas karena saya belum mendapat foto-foto dari panitia:

Persiapan goodies yang akan saya bawa

Persiapan terakhir materi

Selesai packing

Di perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta

Di perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta

Di perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta

Di perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta

Di luar bandara

Ketika cek in

Ketika cek in

Setelah boarding pass

Menunggu pesawat yang delay :P

Akhirnya masuk waiting room


Pas ngantri masuk pesawat


Pas ngantri masuk pesawat


Suasana dalam kamar hotel


Mengintip pantai barat Sumatera dari kamar


Pagi-pagi iseng ke pantai barat Sumatera


Suasana di acara


Saat persiapan mulai membawakan materi


Backdrop acara difoto dari dekat


Sesi saya selesai, sekarang giliran sesi Pak Onno


Selesai acara, di ruang rektor.


Di danau Dendam Tak Sudah


Menunggu pesawat yang delay bersama Pak Onno dan istrinya.


Suasana matahari tenggelam di bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu


Tiket pulang


Akhirnya sampai juga di Jakarta


Menunggu travel menuju Bandung


Di rest area tol Cikampek

 

Apa itu Microsoft Forefront

Mungkin di antara rekan-rekan pernah sekilas mendengar nama Microsoft Forefront, dan di antara rekan-rekan mungkin ada yang belum tahu apa itu Microsoft Forefront. Nah, dengan blog post ini saya ingin berbagi sekilas tentang apa itu Microsoft Forefront.

Microsoft Forefront adalah software aplikasi keamanan yang berorientasi enterprise dan dipasarkan oleh Microsoft Corporation. Microsoft Forefront terdiri dari berbagai macam produk yang melindungi banyak aset-aset bisnis termasuk jaringan, server jaringan, device individu.

Pernahkah Anda berpikir, jika Anda memiliki satu jaringan dengan banyak host di dalamnya, dan Anda ingin memindai apakah ada virus di masing-masing komputer di keseluruhan jaringan tersebut. Apakah Anda harus menginstall satu persatu anti virus di tiap-tiap komputer tersebut dan memindai virus satu persatu di tiap-tiap komputer tersebut? Tentu hal tersebut menjadi sebuah hal yang rumit dan membosankan, maka dari itu antivirus biasa sudah tidak memadai untuk menyelesaikan masalah tersebut. Nah, aplikasi antivirus enterprise seperti Microsoft Forefront menawarkan solusinya.

Microsoft Forefront dapat diinstall di server dan di tiap-tiap host dan keseluruhannya dapat dikelola langsung dari sebuah server. Produk-produk Microsoft Forefront adalah seperti berikut:

Management

  • Forefront Identity Manager
  • Forefront Protection Server Management Console

Protection & Access

Protection

  • Forefront Endpoint Protection
  • Forefront Protection 2010 for Exchange Server
  • Forefront Online Protection for Exchange
  • Forefront Protection 2010 for SharePoint
  • Forefront Security for Office Communication Server
  • Forefront Threat Management Gateway

Identity Based Access

  • Forefront Unified Access Gateway

Microsoft Forefront mengadopsi dan menggunakan platform teknologi:

  • Active Directory Technologies
  • Windows Identity Foundation

Berikut contoh screen capture dari dashboard Microsoft Forefront Client Security:

Pelatihan Multimedia Interaktif Pembelajaran #2

Setelah sukses menyelenggarakan Pelatihan Multimedia Interaktif Pembelajaran gelombang pertama pada Desember tahun lalu, kemarin tanggal 27 Februari 2011 BEM Kemakom menyelenggarakan kembali acara serupa dengan target peserta adalah mahasiswa/i se-UPI.

Pada pelatihan kali ini BEM Kemakom kembali bekerja sama dengan Microsoft Student Partners UPI sehingga saya dan Rendy kembali ditunjuk menjadi pemateri pada acara pelatihan ini. Teknologi yang digunakan juga serupa dengan pelatihan sebelumnya yaitu menggunakan teknologi Windows Presentation Foundation dan tool yang digunakan adalah Microsoft Expression Blend. Peserta pelatihan ini datang dari berbagai jurusan di UPI. Karena banyaknya peserta, pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pagi dan sesi siang. Sesi pertama saya yang menjadi pemateri dan Rendy yang menjadi asisten sedangkan pada sesi kedua Rendy yang menjadi pemateri dan saya yang menjadi asisten.

Pada pelatihan ini, selain mendapatkan modul, peserta juga masing-masing mendapatkan akun dreamspark gratis untuk mendapatkan lisensi dari tool yang digunakan pada pelatihan ini dan tool-tool developer lainnya dari Microsoft. Berikut foto-fotonya:

Wajah-wajah peserta pada pelatihan kali ini

Salah satu tampilan dari materi yang diajarkan

Saya sedang miring-miring :P

Tampilan dari aplikasi yang akan dibuat pada pelatihan kali ini

Panitia sedang membicarakan masalah mati listrik, tampak juga Rendy sedang duduk di depan

Namun sayangnya sesi 2 pada pelatihan kali ini batal dilaksanakan karena tiba-tiba listrik mati. L Sehingga untuk sesi 2 pelatihan ini diundur menjadi hari minggu depan. J

Membuat Heading dan Daftar Isi di Microsoft Word 2010

Semalam adik saya melalui dinding facebook saya meminta saya menjelaskan bagaimana membuat daftar isi sesuai kaidah yang benar menggunakan konten yang teratur dalam heading-heading. Berhubung saya baik kepada adik saya dan berhubung kami berada di dua kota yang berbeda, saya jawab pertanyaan dia melalui blog post ini.

Mari kita langsung saja ke contoh kasus. Silahkan buka Wordnya:

Anggap pada halaman pertama adalah halaman judul, ketikkan apapun sebagai contoh judul misal:

Lalu tekan Ctrl+Enter untuk menambahkan halaman baru dan berpindah ke sana.

Nah sekarang kita sudah berada di halaman kedua. Ceritanya di halaman kedua ini adalah daftar isi. Nah karena kita akan membuat daftar isi secara otomatis, maka halaman yang ini kita tinggalkan dulu. Tekan Ctrl+Enter untuk menambahkan halaman ketiga dan berpindah kesana.

Di halaman ketiga ini kita akan membuat konten “Pengertian Organisme” dan memiliki sub konten “Pengertian” dan “Istilah”. Seperti berikut:

Nah sekarang buat “Pengertian Organisme” menjadi Heading 1 dan “Pengertian” dan “Istilah” menjadi Heading 2. Dengan menyeleksi terlebih dahulu teks yang dimaksud lalu klik Heading yang diinginkan pada toolbar berikut:

Sehingga halaman ketiga kita menjadi seperti berikut:

Sekarang mari kita tambahkan halaman keempat dan pergi kesana dengan cara seperti yang sudah-sudah.

Di halaman keempat ini kita isi dengan konten “Ciri-ciri Umum” seperti berikut:

Lalu buat judul “Ciri-ciri Umum” menjadi Heading 1.

Nah cukup sekian konten kita. Sekarang kita akan membuat daftar isinya. Caranya kita kembali dahulu ke halaman dua yang masih kosong, letakkan kursor disana. Lalu pada Ribbon Menu klik tab References, lalu klik Table of Contents lalu sebagai contoh kita klik Table of Contents yang paling atas yang Automatic Table 1.

Tadaaaa hasilnya seperti berikut:

Silahkan ganti saja judul “Contents”nya menjadi “Daftar Isi” misalnya. Selesai. Jika ada perubahan pada dokumen kita sehingga halamannya berubah dan kita ingin memperbaharui Daftar Isinya, tinggal klik Daftar Isi buatan kita tadi, lalu akan muncul tombol Update Table, silahkan klik Update Table.

Lalu setelah diklik akan muncul kotak dialog pilihan seperti berikut:

Pilih “Update page numbers only” jika kita hanya ingin memperbaharui nomor halamannya tanpa memperbaharui yang lainnya. Lalu klik Update entire table jika kita ingin memperbaharui seluruh isi Daftar Isi termasuk judul-judulnya. Selesai. Jika ada pertanyaan silahkan ketikkan pada kolom komentar di bawah dan akan segera saya tindak lanjuti. J

 

Celebratwit for Windows Phone
Celebratwit for Windows Phone adalah sebuah aplikasi twitter-client untuk Windows Phone 7. Aplikasi ini diikutkan ke lomba Windows Phone 7 Challenge yang keterangannya ada pada tautan berikut: http://msdn.microsoft.com/id-id/gg128656

Celebratwit mengerti masalah mendasar pada masyarakat Indonesia, yaitu kita kurang peka dan sering lupa akan hari-hari besar di Indonesia. Memang hari-hari besar seperti Idul Fitri atau Natal pasti kita ingat, namun bagaimana dengan Hari Kartini? Hari Guru Nasional? Maka dari itu Celebratwit hadir untuk menanggulanginya.

Bagaimana Celebratwit menanggulanginya? Celebratwit memberi kemudahan untuk mengingat dan merayakan hari-hari besar tergantung sedang di hari apa kita hari ini. Kita juga akan disuguhkan senarai tweet orang banyak yang berhubungan dengan hari besar pada hari tersebut sehingga kita dengan mudah me-retweet tweet-tweet tersebut sehingga dapat merayakannya bersama orang lain.

Celebratwit juga mempermudah kita untuk menambahkan hashtag yang berkaitan dengan hari besar yang ada pada hari ini ke dalam tweet kita, seperti misalnya #harikartini untuk tanggal 21 April yang merupakan Hari Kartini. Dinilai, fitur penambahan hashtag seperti ini mendorong kita untuk mengingatkan orang lain akan hari besar yang ada pada hari ini.

Tak hanya itu, kita juga diberi fitur untuk melihat detail dan penjelasan tentang hari besar pada hari ini. Juga kita diberi dua tombol untuk mengetahui lebih lanjut tentang hari besar tersebut di Pencarian Bing dan di Wikipedia.

Apapun hasil lombanya, Celebratwit akan tetap segera hadir di Windows Phone Marketplace dengan harga gratis. Fitur pendanaan supaya aplikasi ini tetap hidup adalah melalui donasi sederhana. Berikut screencast pertamanya:

Pendekatan Microsoft terhadap Dunia Pendidikan

Tema Acara

Pendekatan Microsoft terhadap Dunia Pendidikan

Hasil

  1. 50 lebih pelajar mendaftar untuk acara ini.
  2. Peserta antusias pada teknologi Windows MultiPoint Mouse dan akan diadakan workshopnya untuk internal UPI.
  3. Para calon pendidik mengerti bagaimana pentingnya IT dalam dunia pendidikan.
  4. Beberapa tim Imagine Cup terbentuk di UPI seusai acara ini.

Background

Pada tanggal 27 November 2010, Microsoft Student Partners UPI bekerjasama dengan BEM KEMAKOM FPMIPA UPI mengadakan acara seminar dengan tema yaitu “Pendekatan Microsoft terhadap Dunia Pendidikan”. Acara ini berlangsung selama 4 jam yaitu dari pukul 9.00 s/d 13.00. Pemateri-pemateri berasal dari MSP UPI, MUGI Kampus UPI, Microsoft Indonesia, dan MIC ITB. Dalam mempersiapkan acara ini kami membentuk tim kecil terdiri dari 2 MSP UPI dan 2 MUGI Kampus UPI. Juga banyak bantuan dari BEM KEMAKOM FPMIPA UPI untuk membantu dalam hal birokrasi dan penyediaan tempat.

Foto-foto

Publikasi acara salah satunya melalui media spanduk


Sedikit bercanda-canda saat persiapan :)


Aulia Ul Haq (MUGI UPI) sang penerima tamu


Muhammad Yusuf (MSP UPI) sebagai MC sedang membuka acara


Dicky Dwijayanto (MUGI UPI) sedang membawakan materi Windows MultiPoint Mouse


Rendy (MSP UPI) sedang mendemokan Windows MultiPoint Mouse


Beberapa raut muka dari peserta


Pembagian goodies untuk para penanya


Muhammad Yusuf (MSP UPI) sebagai MC sedang sedikit menjelaskan tentang Microsoft Student Partners


Senyum semangat Pak Julius saat membawakan materi


Puja Pramudya (MIC ITB) membawakan materi tentang pengenalan Imagine Cup


Foto-foto dulu setelah acara usai, sayang Pak Julius sedang terburu-buru sehingga tidak bisa ikut sesi foto-foto. :(

Testimoni dari Peserta

  1. “Lanjutkan!”
  2. “Keren… Alhamdulillah, saya gak nyesal memutuskan untuk datang.”
  3. “Seharusnya lebih sering diadakan krn memang kemajuan teknologi sangat cepat.”
  4. “Excellent!”
  5. “Tambah doorprize dan konsumsi ^_^”

Materi yang Disampaikan

  1. Pengenalan Windows MultiPoint Mouse

    Dibawakan oleh Rendy (Microsoft Student Partners) dan Dicky Dwijayanto (Microsoft User Group Indonesia)

  2. Pendekatan Microsoft terhadap Dunia Pendidikan

    Julius Fenata (Academic Developer Evangelist Microsoft Indonesia)

  3. Pengenalan Imagine Cup

    Puja Pramudya (MIC ITB; Anggota Tim Ganesh, Juara 1 Software Design Imagine Cup Indonesia Local Final 2010)

Credits

Berikut adalah anggota tim kecil yang mempersiapkan acara ini.

  1. Aulia Ul Haq (Microsoft User Group Indonesia), sebagai divisi dokumentasi, konsumsi, transportasi, logistik, penerima tamu, juga menjadi divisi publikasi yang menjadi tukang masang spanduk. Berikutnya jangan *** datang telat lagi yaa.. :P
  2. Dicky Dwijayanto (Microsoft User Group Indonesia), sebagai pemateri, transportasi, logistik, dan juga sempat jadi dokumentasi. Berkat acara ini dia bisa bangun pagi.. :)
  3. Muhammad Yusuf (Microsoft Student Partners), sebagai MC, divisi logistik, publikasi keliling nempel-nempel poster, bikin undangan di facebook, masang spanduk juga, dan juga mendadak ditunjuk sebagai ketua pelaksana demi formalitas di proposal.
  4. Rendy (Microsoft Student Partners), sebagai pemateri, divisi publikasi nempel-nempel poster keliling kampus, dan juga sedikit menjadi divisi dokumentasi pribadi Puja. :P

Juga tak lupa kami sadar acara kami tak akan berlangsung lancar tanpa bantuan dan partisipasi dari:

  1. Septiyadi Guslinar dari BEM KEMAKOM FPMIPA UPI yang sangat banyak membantu dan membimbing dalam mempersiapkan acara ini.
  2. Para pemateri yang mengisi acara ini.
  3. Prodi Ilmu Komputer dan Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI yang sudah mendukung kami dalam mengadakan acara ini.
  4. Para peserta acara ini dan pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Gaussian Smoothing pada Hasil Capture Webcam Menggunakan OpenCV pada C++

Minggu lalu yang sangat-sangat super sibuk 2010 sekarang benar-benar terlewati. Kini dampaknya adalah rasa lega dan kocek yang bertambah :P . Saatnya kembali ke kegiatan mempelajari OpenCV untuk Augmented Reality sekaligus blogging.

Kemarin-kemarin, saya mempelajari bagaimana menerapkan algoritma gaussian pada library OpenCV untuk smoothing pada suatu gambar. Cara mengambil library OpenCV untuk smoothing gambar adalah seperti berikut:

cvSmooth(framekameramurah, gaused, CV_GAUSSIAN, 75, 75);

Kita tinggal ambil fungsi cvSmooth(), lalu parameter pertama kita isi dengan variabel untuk gambar yang akan diproses, lalu variabel kedua kita isi dengan variabel untuk gambar keluaran setelah gambar diproses, variabel ketiga kita isi dengan tipe Smoothing yang akan kita gunakan, lalu variabel yang keempat dan kelima kita isi dengan area smoothing untuk setiap piksel-pikselnya.

Nah dari ilmu yang saya dapatkan itu, saya coba menerapkannya pada sebuah hasil capture Webcam. Berikut skrip yang berhasil saya buat:

#include “stdafx.h”
#include “highgui.h”
#include “cv.h”

int _tmain(int argc, _TCHAR* argv[])
{
    cvNamedWindow(“Kamera1″);
    cvNamedWindow(“Gaussian”);
    CvCapture* kameramurah;
    if(argc==1){
        kameramurah = cvCreateCameraCapture(1);
    } else {
        kameramurah = cvCreateFileCapture(“D:/softboy.avi”);
    }
    assert(kameramurah!=NULL);
    IplImage* framekameramurah;
    IplImage* gaused;
    while(1){
        framekameramurah=cvQueryFrame(kameramurah);
        if(!framekameramurah) break;
        gaused = cvCreateImage(
            cvGetSize(framekameramurah),
            IPL_DEPTH_8U,
            3
            );
        cvSmooth(framekameramurah, gaused, CV_GAUSSIAN, 75, 75);
        cvShowImage(“Kamera1″, framekameramurah);
        cvShowImage(“Gaussian”, gaused);
        char c = cvWaitKey(33);
        if(c==27) break;
        cvReleaseImage(&gaused);
    }
    cvWaitKey(0);
    cvReleaseCapture(&kameramurah);
    cvReleaseImage(&framekameramurah);
    cvReleaseImage(&gaused);
    cvDestroyWindow(“Kamera1″);
    cvDestroyWindow(“Gaussian”);
}

Disana terlihat bahwa saya menyimpan gambar hasil smoothing sementara di variabel gaused. Saya mendeklarasikan dulu variabel gausednya dengan sebuah tipe IplImage. Lalu terlihat juga saya menentukan properti untuk variabel gaused dengan cvCreateImage(). Saya tentukan ukuran dari gaused adalah sama dengan ukuran dari gambar yang dicapture oleh webcam, lalu kedalamannya 8 bit per channel dengan 3 channel.

Lalu saya tampilkan kedua citra dari capture Webcam sebelum smoothing dan sesudah smoothing pada dua jendela yang berbeda. Berikut tampilan dari hasil aplikasinya:

Lalu timbul pertanyaan dibenak pembaca sekalian, mengapa cvCreateCameraCapture(); nya dimasukkan ke variabel yang bernama kameramurah? Lalu mengapa hasil capture Webcamnya jelek, burem dan banyak noisenya? Jawabannya tak lain dan tak bukan karena Webcam yang saya gunakan adalah Webcam murahan yang berharga IDR40ribuan dan beli di Borma Setiabudhi hehe. Saya jauh lebih ganteng kok dibanding yang terlihat di hasil capture Webcam di atas. :P

Namun Webcam ini yang sangat berjasa untuk saya dalam mempelajari OpenCV. Inilah si Webcam murah tersayang:

Ada LEDnya yang bisa nyala juga loh..

Aplikasi Capture Webcam Menggunakan C++ dan OpenCV

Akhirnya satu persatu deadline di minggu ini berhasil dilewati dengan sukses. Saatnya blogging dengan hati yang tenang dan berbunga-bunga!

Kali ini saya ingin berbagi tentang membuat aplikasi yang dapat mengcapture gambar dari webcam menggunakan C++ dan library OpenCV.

Saya menggunakan Microsoft Visual Studio 2010 Ultimate, OpenCV versi 2.1, dan Windows 7 Ultimate x64. Saya anggap Anda sekalian sudah bisa menginstall OpenCV di komputer Anda, lalu membuat proyek baru C++ Win32 Console Application di Visual Studio, lalu menghubungkan VS dengan OpenCVnya. Jika belum, silahkan kunjungi postingan blog saya yang membahasnya disini.

Setelah OpenCV diinstall dan proyek kita pada VS telah dihubungkan dengan OpenCVnya silahkan berikan skrip berikut pada aplikasi Anda.

#include “stdafx.h”

#include “highgui.h”

int _tmain(int argc, _TCHAR* argv[])

{

    cvNamedWindow(“Kamera1″, CV_WINDOW_AUTOSIZE);

    CvCapture* kameramurah;

    if(argc==1){

        kameramurah=cvCreateCameraCapture(1);

    } else {

        kameramurah=cvCreateFileCapture(“D:/softboy.avi”);

    }

    assert(kameramurah!=NULL);

    IplImage* framemurah;

    while(1){

        framemurah=cvQueryFrame(kameramurah);

        if(!framemurah) break;

        cvShowImage(“Kamera1″, framemurah);

        char c = cvWaitKey(33);

        if(c==27) break;

    }

    cvReleaseCapture(&kameramurah);

    cvDestroyWindow(“Kamera1″);

}

Pada OpenCV ada fungsi cvCreateCameraCapture() untuk mengambil gambar dari webcam dengan id tertentu. Pada contoh tertera bahwa saya mengambil gambar dari webcam dari id=1. Konsep menampilkan gambarnya adalah kita memasukkan setiap frame pada kameramurah ke dalam variabel IplImage framemurah. Dan framemurah akan ditampilkan secara berulang-ulang sesuai dengan setiap frame dari kamera tersebut. Setelah menampilkan satu frame, maka aplikasi kita menggunakan fungsi cvWaitKey() akan menunggu selama 33 milidetik untuk adanya even adanya suatu tombol yang ditekan sebelum melanjutkan. Dan jika ditekan tombol Escape (kode ASCII 27), maka aplikasi kita akan diberhentikan.

Hasil aplikasinya adalah seperti berikut:

Berikutnya Anda dapat berkreasi dan memodifikasi misalnya untuk menambahkan beberapa kamera lagi untuk dicapture dengan menambahkan fungsi cvCreateCameraCapture() lagi dengan id webcam yang berbeda-beda. Enjoy! J

Aplikasi Sederhana Penampil Gambar Menggunakan C++ dan OpenCV

Seharusnya saya tidak berada di sini, seharusnya saya mengerjakan yang lain. Itulah yang ada pada benak saya ketika menulis blog post ini. Karena sebenarnya saya sedang dikejar deadline atau dateline (yang mana sih yang bener? Deadline atau Dateline? Tapi saya lebih memilih mengejanya Deadline karena ketika Deadline datang memang kadang-kadang rasanya mau mati saja sehingga pantas disebut garis kematian). Pelatihan Software GMM (Gema Mahasiswa Matematika) adalah minggu ini! Dan saya harus membuat modul dengan deadline hari ini! Dan bahkan saya belum menyentuh pembuatan modul ini sedikit pun! But whatever lah, nanti sore saya bakal mengerjakan modulnya digeder sampai malam hari, sekarang OpenCV masih terlalu menarik untuk ditinggalkan sementara. Ya, OpenCV telah membuatku tertarik untuk mendalaminya beberapa hari ini sehingga melupakan unsur-unsur kehidupan lainnya. Dan sekarang saya ingin coba berbagi bagaimana membuat aplikasi sederhana penampil gambar menggunakan C++ dan OpenCV.

Saya menggunakan Microsoft Visual Studio 2010 Ultimate, OpenCV versi 2.1, dan Windows 7 Ultimate x64. Saya anggap Anda sekalian sudah bisa menginstall OpenCV di komputer Anda, lalu membuat proyek baru C++ Win32 Console Application di Visual Studio, lalu menghubungkan VS dengan OpenCVnya. Jika belum, silahkan kunjungi postingan blog saya yang membahasnya disini.

Setelah OpenCV diinstall dan proyek kita pada VS telah dihubungkan dengan OpenCVnya silahkan berikan skrip berikut pada aplikasi Anda.

#include “StdAfx.h”

#include “highgui.h”

int main( int argc, char** argv )

{    

    IplImage* gbr = cvLoadImage( “D:/KEMAKOM.jpg”,1 );

    cvNamedWindow(“Logo Kemakom”, CV_WINDOW_AUTOSIZE );

    cvShowImage(“Logo Kemakom”, gbr );

    cvWaitKey(0);

    cvReleaseImage( &gbr );

    cvDestroyWindow(“Logo Kemakom”);

}

Silahkan dijalankan (F5).Dasarnya, aplikasi ini mengambil gambar dari direktori “D:/KEMAKOM.jpg”, lalu membuat suatu jendela bernama “Logo Kemakom” dengan ukuran yang disesuaikan, lalu menampilkan gambar yang tadi telah diambil ke suatu jendela bernama “Logo Kemakom”.

Mari kita lihat baris programnya satupersatu:

IplImage* gbr = cvLoadImage( “D:/KEMAKOM.jpg”,1 );

Baris ini berguna untuk membuka gambar dan menyimpannya pada variabel gbr. Fungsi cvLoadImage adalah fungsi yang dapat menentukan format berkas berdasarkan dari nama berkasnya dan juga secara otomatis mengalokasikan memori yang diperlukan untuk struktur data gambar. Sebagai catatan bahwa cvLoadImage() dapat membaca berbagai macam format gambar yaitu BMP, DIB, JPEG, JPE, PNG, PBM, PGM, PPM, SR, RAS, dan TIFF.

cvNamedWindow(“Logo Kemakom”, CV_WINDOW_AUTOSIZE );

cvNamedWindow() membuka jendela pada layar sehingga dapat mengandung dan menampilkan gambar. Fungsi ini didukung oleh library HighGUI dari OpenCV, dan langsung memberi nama pada jendela tersebut, pada contoh ini “Logo Kemakom”. Untuk selanjutnya untuk memanggil jendela ini menggunakan nama ini. CV_WINDOW_AUTOSIZE artinya ukuran dari jendela akan disesuaikan dengan konten yang ada di jendela tersebut.

cvShowImage(“Logo Kemakom”, gbr );

Baris ini untuk menampilkan suatu gambar yang telah dideklarasikan oleh pointer IplImage*.

cvShowImage() memerlukan parameter nama dari suatu jendela yang sudah ada (atau jika belum ada maka akan dibuatkan baru), lalu nama variabel gambar yang akan ditampilkannya.

cvWaitKey(0);

Baris ini untuk menunggu suatu Keystroke selama milidetik sejumlah parameter yang diisikan. Jika tidak ada Keystroke maka aplikasi akan dilanjutkan.

cvReleaseImage( &gbr );

cvDestroyWindow(“Logo Kemakom”);

Kedua baris ini adalah untuk membebaskan memori kembali. Walau sebenarnya ketika kita menutup aplikasi kita sistem operasi akan secara otomatis melakukannya, tapi tak ada salahnya kita tulis kedua baris ini.

Oh sh*t, Tugas Kelompok PLSBT pun belum dikerjakan! Padahal Jum’at minggu ini presentasi! Damn.

OpenCV dan Microsoft Visual Studio 2010

Kali ini kita bicara tentang sesuatu yang bernama OpenCV. OpenCV (Open Source Computer Vision) adalah library yang dulunya dikembangkan oleh Intel dan sekarang didukung oleh Willow Garage yang bermain pada bidang real-time image processing. OpenCV adalah gratis untuk digunakan dibawah lisensi Open Source BSD.

Library OpenCV dapat bekerja secara cross-platform. OpenCV ditulis dalam bahasa C, sehingga mudah dikembangkan ke berbagai platform. Maka dari itu OpenCV banyak dikembangkan supaya mendukung bahasa lain seperti C#, Phyton, Ruby, dan Java (menggunakan JavaCV).

Semenjak hadirnya OpenCV versi 2.0 (sekarang sudah sampai versi 2.1), OpenCV selain menggunakan bahasa C, juga menggunakan bahasa C++. Hal ini bermanfaat dalam mengurangi banyak kesalahan pemrograman ketika menggunakan OpenCV di C. Namun C++ sulit dikembangkan untuk mendukung bahasa lain sehingga banyak bahasa yang jadi tidak terlalu cocok dengan OpenCV 2.0.

Maka dari itu saya menggunakan bahasa C++ dalam menggunakan library OpenCV. Saya juga menggunakan Microsoft Visual Studio dalam mengembangkan aplikasi berbahasa C++. Nah pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya menghubungkan library OpenCV yang telah kita installkan kepada Microsoft Visual Studio?

Disini saya contohkan menggunakan OpenCV versi 2.1 (bisa diunduh gratis disini) dan juga Microsoft Visual Studio 2010 Ultimate (versi expressnya yang gratis bisa diunduh disini). Oh ya saya juga menggunakan Windows 7 Ultimate x64 sebagai environment pengembangannya.

Setelah Anda mengunduh library OpenCV, silahkan lakukan proses penginstallan. Pilih saja yang default-defaultnya (klik next-next saja hehe). Setelah penginstallan selesai kita bisa melihat direktori penginstallan OpenCV kita:

Setelah itu silahkan buka Visual Studionya.

Buatlah sebuah C++ project misalnya untuk contoh C++ Win32 Console Application.

Setelah itu buka properties dari project kita, caranya klik Project lalu pilih menu yang paling bawah (<namafileproject> Properties).

Pada bagian Configuration Properties lalu masuk ke bagian C/C++, lalu pilih sub-bagian General. Pada properti Additional Include Directoriesnya klik dropdown menunya lalu pilih Edit.. lalu masukkan direktori C:\OpenCV2.1\include\opencv (anggapan saya menginstall OpenCVnya di C:\).

Lalu masuk ke bagian Linker, pada sub-bagian General pada properti Additional Library Directoriesnya masukkan direktori C:\OpenCV2.1\lib dengan cara yang sama seperti sebelumnya.

Masih di bagian Linker, kita masuk ke sub-bagian Input. Edit properti Additional Dependenciesnya, tambahkan semua file *.lib yang ada di folder lib di folder penginstallan OpenCV kita.

Lalu terapkan semua perubahan-perubahan yang telah kita lakukan di atas. Dan sekarang VS2010 kita sudah terhubung dengan OpenCV. Dan tinggal menambahkan skrip include pada aplikasi kita untuk benar-benar menambahkan library OpenCV ke aplikasi kita. Misalnya:

#include “highgui.h” 
#include “cv.h”
 
Oh ya, jika kita menambahkan proyek baru atau solution baru, kita harus mengeset ulang pengaturan-pengaturan di atas ke proyek baru kita tersebut supaya terhubung dengan OpenCV.

 

Pin Blog WordPress Anda ke Taskbar Windows 7 dengan Menggunakan Internet Explorer 9 Beta

Seperti yang kita ketahui, di Windows 7 kita dapat mem-pin aplikasi favorit kita ke taskbar. Setelah dipin, shortcut menuju aplikasi tersebut akan terus muncul di taskbar. Dan jika kita mengklik kanan ikon shorcut aplikasi tersebut, maka akan keluar context menu yang berisi task-task yang dapat kita lakukan pada aplikasi tersebut. Contoh gambar berikut pada aplikasi Windows Media Player yang dipin ke taskbar:

Beberapa waktu yang Microsoft merilis Internet Explorer 9 Beta. Di Internet Explorer 9 Beta ini banyak fitur-fitur baru yang bagus, dan salah satunya adalah kita bisa mem-pin salah satu halaman web ke taskbar di Windows 7! Caranya adalah dengan kita mendrag tab halaman web yang akan kita pin ke taskbar di Windows 7. Maka akan otomatis halaman web tersebut dipin. Hebatnya adalah bahwa jika kita klik kanan pada ikon shortcut halaman web tersebut di taskbar, akan keluar context menu yang berisi task-task yang dapat kita lakukan di halaman web tersebut. Contoh gambar berikut adalah pin untuk situs facebook dan twitter:

Nah hebatnya lagi, kita juga bisa mem-pin blog WordPress kita ke taskbar di Windows 7 ini dengan menggunakan Internet Explorer 9 Beta! Berikut contoh gambarnya:

Context menunya berisi task untuk menulis post, mengatur komentar, mengunggah media, dan melihat statistik blog kita. Dan juga ada 5 recent posts dari alamat blog yang kita pin. Ikonnya juga menggunakan Blavatar blog WordPress kita. Dalam kasus saya menggunakan foto saya, hehe.. J

Blog-blog yang menjelaskan kelebihan IE9 untuk blog di WordPress diantaranya adalah:
http://internetexplorer.wordpress.com/2010/09/16/wordpress-com-blogging-gets-better-with-ie9-beta/
http://en.blog.wordpress.com/2010/09/17/ie9-user-youll-love-pinning-your-blog/

Anda dapat mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Internet Explorer 9 Beta dan mengunduhnya secara gratis di:
http://microsoft.com/ie9

 

Photo Fuse pada Windows Live Photo Gallery 2011 Beta

Happy October everyone! :) Ada contoh kasus seperti berikut:

Nabil, Septiyadi, dan Gilang berfoto bersama yang terdiri dari dua kali take. Setelah itu mereka melihat foto-foto mereka di komputer. Pada take pertama, Nabil dan Septiyadi posenya bagus, namun sayangnya karena cahaya blitz dari kamera, mata Gilang terpejam. Pada take kedua, Nabil dan Gilang posenya bagus, namun kini sayangnya giliran Septiyadi yang matanya terpejam karena blitz kamera.

Pernahkah Anda mengalami kasus yang mirip seperti itu?

Windows Live Photo Gallery menjawabnya dengan fitur Photo Fuse yang baru tiba di Windows Live Photo Gallery 2011 Beta.

 Jika kita klik Photo Fuse tersebut, maka akan keluar jendela pemrosesan sebentar, lalu kita bisa pilih salah satu bagian dari foto kita tersebut yang mana yang menurut kita dari kedua take foto tersebut yang lebih bagus. Jadi pada kasus kita yang tadi, kita bisa klik wajah Gilang, lalu akan keluar jendela “Which do you like best?” lalu kita pilih foto wajah Gilang yang sedang tidak terpejam. Lalu kita lakukan juga hal seperti itu kepada wajah Septiyadi.

Contohnya terlihat pada gambar di bawah yang saya ambil dari situs Windows Live Photo Gallery:

Feel free to try! Lumayan menarik. J

Untuk mengunduh aplikasi Windows Live Photo Gallery 2011 Beta bisa mengunjungi alamat berikut: http://www.windowslive.com/Desktop/PhotoGallery

Tag – Tag 3D di XAML

Pertama-tama, saya bukan merupakan orang yang mendalami bidang 3D, saya selalu menjauhi aplikasi buatan saya mengandung unsur 3D. Namun sejak saya menggunakan WPF (Windows Presentation Foundation) dalam mengembangkan aplikasi, saya mulai tidak alergi lagi dalam memasukkan unsur 3D ke dalam aplikasi saya. Hal itu dikarenakan kemudahan yang ditawarkan WPF dalam mengeksploitasi unsur 3D. Kita tinggal membuat suatu objek 3D lalu diekspor ke XAML (Extensible Application Markup Language) dimana XAML tersebut merupakan bahasa dalam membuat layout dan objek-objek di WPF. Saya membuat unsur 3D sederhana untuk WPF menggunakan tool gratis seperti Google SketchUp atau berikutnya saya akan lebih memilih dan mendalami aplikasi opensource Blender. Dan tool-tool 3D lainnya yang berbayar seperti Maya, 3Ds Max, atau AutoCad juga memiliki plugin yang mendukung ekspor ke format XAML.

Tool-tool 3D diatas memiliki plugin sehingga mereka dapat mengekspor citra 3D dari tool mereka menjadi XAML. Kita tidak perlu memikirkan dan menghapalkan tag-tag XAML dalam membuat citra 3D karena kita sudah dibantu dengan tool-tool tersebut yang lebih manusiawi. Namun saya sadari juga bahwa saya perlu juga mempelajari tag-tag pencitraan 3D dalam XAML. Maka dari itu saya juga mempelajari tag-tag 3D dalam XAML dan sambil mempelajari hal tersebut saya ingin berbagi ilmunya dengan Anda semua dengan menulis sebuah e-book.

E-book ini dapat bebas Anda unduh di:
http://cid-9080b5a9b9525683.office.live.com/self.aspx/.Public/3D%20dalam%20XAML.pdf

Setelah diunduh Anda dapat dengan bebas belajar secara offline dan menyebarkannya. Namun ingat, tetap patuhi hak ciptanya. Peraturan hak ciptanya ada di dalam buku ini. :)

Briefcase pada Windows 7
Ketika kita mengklik kanan pada Windows Explorer di Windows 7 lalu pilih konteks menu New, disana akan ada banyak pilihan menu diantaranya Folder, Shortcut, dll. Dan salah satu yang mungkin jarang kita pakai adalah Briefcase. Apakah sebenarnya Briefcase pada Windows itu dan apa fungsinya? Kita jawab di blog ini..

Kita sebenarnya dapat menggunakan Briefcase untuk menyinkronkan berkas diantara dua komputer yang berbeda walau misalnya komputer tersebut tidak terhubung melalui jaringan dengan cara menyalin satu berkas di komputer kita ke komputer lain menggunakan removable media, lalu kita bekerja di komputer lain dengan berkas kita di suatu removable media tersebut dan kita dapat dengan mudah memperbaharui atau menyinkronkan berkas kita yang ada di komputer kita dengan yang ada di removable media tersebut.

Nah sekarang bagaimana cara menggunakan Briefcase tersebut sih..?? Yang pasti ada dua tipe cara menggunakan. Yaitu jika kedua komputer yang kita gunakan saling terhubung melalui jaringan atau jika kedua komputer yang kita gunakan tidak saling terhubung melalui jaringan. ·

Jika Kedua Komputer Terhubung Melalui Jaringan
1. Pertama-tama buka folder dimana kita mau buat Briefcase kita..
2. Lalu klik kanan di tempat kosong di jendela Folder di Windows Explorernya, lalu sorot New lalu klik Briefcase. Namai Briefcase tersebut dengan nama “Briefcase Pertamaku” (hehe.. biar kaya lagi pelatihan beneran gitu).
3. Salin berkas yang mau kita sinkronisasi ke dalam Briefcase tersebut.
4. Nah sekarang ceritanya kita pindah posisi menjadi berada di komputer kedua, salin Briefcase yang tadi ke komputer ini melalui jaringan.
5. Nah contohnya sekarang kita melakukan perubahan-perubahan pada Briefcase salinan yang ada di komputer ini.
6. Ketika kita berada ingin memperbaharui Briefcase yang ada di komputer satu menjadi seperti versi di komputer dua yang telah diubah-ubah maka tinggal klik kanan Briefcase yang ada di komputer dua lalu klik Update All.
7. Maka berkas yang tadi di salin ke dalam Briefcase di komputer satu akan sama dengan berkas yang ada di dalam Briefcase di komputer dua.

Jika Kedua Komputer Tidak Terhubung Melalui Jaringan
1. Nah ini yang beribet, komputer ga terhubung tapi pengen sinkronisasi.. Tapi tenang, di Windows 7 ga ada yang namanya beribet hoho..
2. Kalau ga terhubung melalui jaringan, caranya adalah sinkronisasi melalui Removable Media.
3. Cara awalnya sama, buat dulu Briefcasenya (namai dengan nama “Briefcase Keduaku” hehe.. XD).
4. Terus berkas yang mau disinkronisasikannya disalin ke dalam Briefcase tersebut.
5. Salin Briefcase tersebut ke sebuah Removable Media.
6. Nah ceritanya kita sekarang sudah ada di komputer kedua dan mau mengubah-ubah berkas yang ada di dalam Briefcase tersebut.
7. Silahkan ubah-ubah berkas yang ada di dalam Briefcase tersebut dengan catatan kita mengubah-ngubah Briefcase yang ada di dalam Removable Media tanpa dapat menyalin Briefcase tersebut ke komputer kedua dan mengubah-ubah berkas di Briefcase hasil salinan.
8. Jika sudah, kita kembali ke komputer satu dengan membawa Removable Media kita yang tadi.
9. Jika mau memperbaharui berkas yang ada di Komputer satu dengan berkas yang ada di Briefcase yang ada di Removable Media yang tadi telah kita utak-atik tinggal klik kanan Briefcase yang ada di Removable Media kita dan klik Update All.
10. Next-next-next.. jadi dah.
11. Catatan juga khusus yang sinkronisasi melalui Removable Media, sinkronisasi tidak dapat berlaku sebaliknya. Apa yang kita perbaharui di Komputer satu tidak dapat langsung di perbaharui ke Briefcase yang ada di Removable Media kita. Tetep harus pake proses copy-paste-replace.

Oke that’s all. Moga bermanfaat dan jangan lupa yaa Briefcasenya dipake jangan jadi pajangan doang hehe..

Best regards,
Muhammad Yusuf
Microsoft Student Partners Universitas Pendidikan Indonesia
More Posts Next page »